PT. Telkom Indonesia

Minggu, 31 Oktober 2010

PT.TELEKOMIUNIKASI INDONESIA,Tbk

adalah salah satu perusahaan di INDONESIA yang bergerak dalam bidang Komunikasi dan Info,sudah banyak produk dari telkom yang dapat membantu banyak para penduduk yaitu slash satu Produk SPEEDY,jika pingin lebih tahu tentang Telkom,ni diabawah ada beberapa sejarahnya:

1882 sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap dibentuk pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

1906 Pemerintah Kolonial Belanda membentuk sebuah jawatan yang mengatur layanan pos dan telekomunikasi yang diberi nama Jawatan Pos, Telegrap dan Telepon (Post, Telegraph en Telephone Dienst/PTT).

1945 Proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat, lepas dari pemerintahan Jepang.

1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).

1965 PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).

1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional.

1980 PT Indonesian Satellite Corporation (Indosat) didirikan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel.

1989 Undang-undang nomor 3/1989 tentang Telekomunikasi, tentang peran serta swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP no.25 tahun 1991.

1995 Penawaran Umum perdana saham TELKOM (Initial Public Offering/IPO) dilakukan pada tanggal 14 November 1995. sejak itu saham TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa pencatatan (Public Offering Without Listing/POWL) di Tokyo Stock Exchange.

1996 Kerja sama Operasi (KSO) mulai diimplementasikan pada 1 Januari 1996 di wilayah Divisi Regional I Sumatra – dengan mitra PT Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo); Divisi Regional III Jawa Barat dan Banten – dengan mitra PT Aria West International (AriaWest); Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta – dengan mitra PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI); Divisi Regional VI Kalimantan – dengan mitra PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra); dan Divisi Regional VII Kawasan Timur Indonesia – dengan mitra PT Bukaka Singtel.

1999 Undang-undang nomor 36/1999, tentang penghapusan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi.

2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat. Dengan transaksi ini, TELKOM menguasai 72,72% saham Telkomsel. TELKOM membeli 90,32% saham Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan keuangan Dayamitra ke dalam laporan keuangan TELKOM.

2002 TELKOM membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap, yaitu 30% saham pada saat ditandatanganinya perjanjian jual-beli pada tanggal 15 Agustus 2002, 15% pada tanggal 30 September 2003 dan sisa 55% saham pada tanggal 31 Desember 2004. TELKOM menjual 12,72% saham Telkomsel kepada Singapore Telecom, dan dengan demikian TELKOM memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.



PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) merupakan perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainmet) yang memiliki jasa layanan dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan. Pengabdian TELKOM berawal pada 23 Oktober 1856, tepat saat dioperasikannya layanan telekomunikasi pertama dalam bentuk pengiriman telegraf dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor). Selama itu pula TELKOM telah mengalami berbagai transformasi.
Transformasi terakhir sekaligus yang disebut dengan NEW TELKOM Indonesia adalah transformasi dalam bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi sistem dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia. Transformasi tersebut resmi diluncurkan kepada pihak eksternal bersamaan dengan New Corporate Identity TELKOM pada tanggal 23 Oktober 2009, pada hari ulang tahun TELKOM yang ke 153.Perayaan HUT ditandai dengan mengadakan apel di kantor TELKOM seluruh Indonesia.
Terkait dengan transformasi tersebut TELKOM juga melakukan perubahan mendasar dari sisi brand untuk meningkatkan citra perusahaan di mata seluruh stakeholder-nya serta menetapkan perubahan portofolio bisnis, positioning, value, tagline dan corporate identity. Dengan corporate identity baru tersebut TELKOM menerapkan budaya (culture) baru yakni komitmen, spirit, promise, product and service quality serta service culture yang sama sekali baru. TELKOM juga mengusung positioning baru yaitu Life Confident, 5 value baru yaitu Expertise, Empowering, Assured, Progressive & Heart, tagline baru yaitu The World is in Your Hand (Sebagai pengganti Committed 2U) serta memiliki corporate identity yang baru (logo).
Melalui citra baru tersebut diharapkan TELKOM dapat memberikan sebuah pengalaman baru yang berbeda dari sebelumnya kepada stakeholders. Pengalaman baru tersebut adalah layanan yang lebih baik dari operator mana pun yang pernah mereka kenal dan rasakan, serta layanan yang akan membangkitkan sebuah pengalaman yang benar-benar baru.
TELKOM kini selain memiliki Logo Baru juga memiliki Hari Ulang Tahun yang dirayakan untuk pertama kali. Karena selama ini TELKOM selalu merayakan hari ulang tahunnya bersamaan dengan Hari Bhakti Postel, padahal layanan telekomunikasi yang menjadi tonggak sejarah berdirinya TELKOM telah berlangsung 153 tahun yang lalu. Saat itu, terjadilah pengiriman telegraf elektromagnetik untuk pertama kali-nya di Indonesia dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor). Selain itu pada ajang Warta Ekonomi e-Company Award 2009 di Hotel Mulia Jakarta tanggal 29 oktober 2009 nama PT TELKOM disebut sebagai peraih Juara Satu e-Company Award 2009 dengan kategori perusahaan telekomunikasi. Selang beberapa lama kemudian, nama TELKOM kembali disebut sebagai peraih Best of The Best e-Company Award 2009. Penghargaan diberikan oleh CEO Warta Ekonomi, Mario Alisjahbana yang didampingi Pemimpin Umum Warta Ekonomi, Amie Effendi Siregar, dan diterima oleh Direktur IT & Supply, Indra Utoyo.

Dengan adanya berbagai pencapaian dan pengakuan yang diperoleh TELKOM di harapakan bisa terus memberikan yang terbaik untuk bangsa ini karena tentunya penerapan IT di Indonesia saat ini juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari transformasi TELKOM.
TELKOM dengan penguasaan pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhannya.TELKOM di masa mendatang dapat menjadi model korporasi terbaik Indonesia.




PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) akan terus berusaha menjadi yang terdepan dalam berbagai hal. Ada lima corporate initiatives yang ingin dicapai, yaitu: terdepan dalam pengelolaan USO (Universal Service Obligation); terdepan dalam membangun infrastruktur di titik-titik terluar wilayah Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI; terdepan dalam memainkan peran sebagai motor Usaha Kecil dan Mikro (UKM); terdepan dalam mengembangkan pendidikan melalui konsep dan implementasi e-learning; serta terdepan dalam menggelar infrastruktur berbasis Next Generation Network sebagaimana tertuang dalam visi Indonesia Synchronized (INSYNC) 2016.
Direktur Utama/CEO Telkom Arwin Rasyid mengungkapkan hal tersebut di Bandung dalam kaitan Hari Bakti Postel Ke-61 yang jatuh pada 27 September 2006. Lebih jauh dinyatakannya, bahwa keinginan menjadi yang terdepan bagi Telkom adalah sesuatu yang wajar mengingat selama ini Telkom telah berhasil menunjukkan berbagai prestasi terbaiknya baik di lingkup nasional maupun internasional. “Kami menghendaki prestasi tersebut menjadi lebih bermakna lagi dengan memberikan porsi perhatian yang lebih pada hal-hal yang bersifat tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan,” tegas Arwin.
Menurut Arwin keinginan Telkom untuk menjadi yang terdepan dalam hal mengelola USO (Universal Service Obligation) dilandasi kesadaran bahwa semua orang di Indonesia seyogyanya memiliki sarana telekomunikasi guna meningkatkan kualitas hidupnya. “Seandainya konsep USO diwujudkan dengan sungguh-sungguh, Indonesia akan mampu mengurangi berbagai kesenjangan informasi akibat keterpencilan wilayah geografis,” ujarnya. Dewasa ini terdapat 66.778 desa di Indonesia, dari jumlah tersebut baru 23.759 atau 36% di antaranya yang sudah terjangkau layanan telekomunikasi.
Lebih dari sebatas pengelolaan USO, Telkom bahkan berkeinginan untuk menjadi y

0 komentar:

Poskan Komentar

-->